ALL about PIZZA, yummyyy :)




Pizza, semua orang pasti mendengar kata pizza membayangkan sebuah roti berbentuk bundar, dengan keju di atasnya, saus tomat, paprika, smoked beef, ayam, bahkan ikan tuna sekalipun, hmmm yummy :)

Saat ini restaurant Pizza sudah sangat menjamur, dari Pizza hut, Izzi Pizza, Domino's Pizza, Pizza Marzano, dll. Dari yg harganya mahal hingga yg termurah, dari yang enak sampai yang biasa saja. Tetapi sejenak kita lihat bagaimana Pizza berawal mula.

Pizza yang telah dikenal oleh masyarakat kuno, tentunya berbentuk lain dengan pizza zaman sekarang. Makanan ini umumnya dikonsumsi kaum miskin dan dibuat dengan bahan-bahan yang sederhana yang mudah didapatkan seperti tepung terigu, minyak, garam, dan ragi.

Pizza yang kita kenal sekarang lahir sekitar tahun 1600, pizza saat itu tidak dilumuri saus tomat di atasnya. Kemudian pada tahun 1800-an Pizza dengan saus tomat dibawa oleh imigran Italia yang umumnya berasal dari Napoli ke New York, Amerika Serikat. Pada periode itu juga di Napoli, Italia muncul "Perkawinan Bersejarah" Pizza yang ditaburi mozzarella. Seorang pembuat pizza, Raffaele Esposito dan istrinya menyiapkan sebuah pizza untuk dipersembahkan pada Ratu Margherita Savoia, istri Kaisar Italia Umberto I. Yang dibuat atas permintaan Yang Mulia. Sebuah Pizza yang melambangkan Bendera Italia: Merah yaitu saus tomat, putih yaitu mozzarella dan hijau yaitu daun basil. Dikarenakan Sang Ratu begitu suka dengan cita rasa pizza sederhana ini maka pizza itu dinamakan Pizza Margherita, sesuai dengan nama Sang Ratu.

Kata "pizza" diambil dari bahasa Italia pizza (Alfabet Fonetik Internasional / International Phonetic Alphabet, IPA: [ˈpiːtsə]), biasanya berarti "pai, kue, tart". Banyak yang salah mengira bahwa pizza berasal dari kata Italia yang berarti phai (pie).

Pizza asli berasal dari Italia dan bisa ditemui di Pizzeria (toko Pizza) yang tiap porsi pizzanya berdi
ameter kira-kira 30 cm atau lebih, dengan adonan yang telah ditarik tipis. Salah satu rahasia kelezatan Pizza Italia adalah proses pemanggangannya yang dilakukan di dalam oven tradisional dengan bara api. Hal ini dikarenakan jika dipanggang dengan oven listrik, umumnya adonan pizza tipis akan menjadi keras.

Pizza hut, Pizza yang terbesar di dunia saat ini adalah Pizza hut yang didirikan oleh dua mahasiswa di Kansas dan Pizza hut ini merupakan restaurant Pizza pertama di Indonesia.

Domino’s Pizza, Perusahaan ini didirikan tahun 1960 oleh Tom Monaghan. Hingga tahun 2006, Domino's Pizza memiliki hampir dari 8.000 pusat layan antar yang dimiliki pihak perusahaan dan pemilik waralaba di lebih dari 54 negara.

Pizza Marzano, nama Marzano berasal dari berbagai tomat Marzano Pizza Italia biasanya digunakan untuk menyiapkan saus pizza yang unik dan lezat. Restoran pertama dibuka di La Rambla di Barcelona pada tahun 2001.

Papa Ron’s Pizza, Papa Ron’s Pizza berdiri sejak tahun 2000, sampai saat ini Papa Ron's Pizza sudah membuka 43 gerai tersebar di seluruh Indonesia. 17 outlet diantaranya berada di JABOTABEK dan sisa nya di luar Kota. Satu-satunya gerai Pizza local Indonesia adalah Papa Ron’s Pizza.

Masih banyak Pizza-Pizza lain, sejauh ini 4 Pizza diatas enak-enak kok, dan sudah tersebar di Jakarta, jadi untuk kalian belum coba Pizza ini, silahkan dicobaaa.

ISAK 12

INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 12

PENGENDALIAN BERSAMA ENTITAS: KONTRIBUSI

NONMONETER OLEH VENTURER

PENDAHULUAN

Referensi

• PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan

• PSAK 16: Aset Tetap

• PSAK 12: Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama

• PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan

Latar Belakang

1. Paragraf 47 PSAK 12 mengacu pada kontribusi dan penjualan antara venturer dan ventura bersama yang dinyatakan sebagai berikut: “Jika venturer mengkontribusikan atau menjual aset kepada ventura bersama, maka pengakuan porsi dari keuntungan atau kerugian dari transaksi mencerminkan substansi dari transaksi tersebut”. Di samping itu, paragraf 24 PSAK 12 menyatakan “Pengendalian bersama entitas adalah ventura bersama yang melibatkan pendirian suatu perseroan terbatas, persekutuan atau entitas lainnya yang mana setiap venturer mempunyai bagian partisipasi”. Tidak ada panduan eksplisit atas pengakuan keuntungan dan kerugian akibat dari kontribusi aset nonmoneter kepada pengendalian bersama entitas (PBE).

2. Kontribusi ke PBE adalah pengalihan aset oleh venturer dengan pertukaran bagian partisipasi ekuitas dalam PBE. Bentuk kontribusi tersebut dapat beragam. Kontribusi dapat dilakukan secara simultan oleh venturer baik pada saat pendirian PBE atau setelahnya. Imbalan yang diterima oleh venturer (para venturer) dalam pertukaran dengan aset yang dikontribusikan ke PBE dapat juga meliputi kas atau imbalan lain yang tidak bergantung pada aliran kas masa depan PBE (“imbalan tambahan”).

3. Permasalahan yang timbul adalah:

(a) kapan porsi yang sesuai dari keuntungan atau kerugian akibat dari kontribusi aset nonmoneter ke PBE dalam pertukaran dengan bagian partisipasi ekuitas PBE diakui oleh venturer dalam laporan laba rugi;

(b) bagaimana imbalan tambahan dicatat oleh venturer; dan

(c) bagaimana keuntungan atau kerugian belum direalisasi disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian venturer.

4. Interpretasi ini berkaitan dengan akuntansi venturer

untuk kontribusi nonmoneter ke PBE dalam pertukaran dengan bagian partisipasi ekuitas PBE yang dicatat baik dengan metode ekuitas atau konsolidasi proporsional.

INTERPRETASI

5. Dalam menerapkan paragraf 47 PSAK 12 atas kontribusi nonmoneter ke PBE dalam pertukaran dengan bagian partisipasi ekuitas PBE, venturer mengakui dalam laporan laba rugi pada periode dimana porsi keuntungan atau kerugian dapat diatribusikan pada bagian partisipasi ekuitas venturer lain,

kecuali jika:

(a) risiko dan manfaat signifikan dari kepemilikan aset nonmoneter yang dikontribusikan tidak beralih ke PBE; atau

(b) keuntungan atau kerugian dalam kontribusi nonmoneter tidak dapat diukur dengan andal; atau

(c) transaksi kontribusi tidak memiliki substansi komersial, seperti yang dijelaskan dalam PSAK 16.

Jika pengecualian (a), (b) atau (c) berlaku, maka keuntungan atau kerugian dianggap sebagai belum direalisasi sehingga tidak diakui dalam laporan laba rugi kecuali paragraf 6 juga berlaku.

06. Jika, di samping menerima bagian partisipasi ekuitas PBE, venturer menerima aset moneter atau nonmoneter, maka porsi yang sesuai dari keuntungan atau kerugian dalam transaksi tersebut diakui oleh venturer dalam laporan laba rugi.

07. Keuntungan atau kerugian belum direalisasi atas aset nonmoneter yang dikontribusikan ke PBE dieliminasi terhadap aset yang mendasari dengan metode konsolidasi proporsional atau terhadap investasi dengan metode ekuitas. Keuntungan atau kerugian belum direalisasi tersebut tidak dapat disajikan sebagai keuntungan atau kerugian tangguhan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian venture.

Proses Konvergensi ISAK 12 ke SIC 13

Komponen utama dari SAK adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang diadopsi dari International Accounting Standard (IAS) dan International Financial Reporting Standard (IFRS), dan Intepretasi atas Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diadopsi dari SIC (Standard Intepretation Committee) dan IFRIC (International Financial Reporting Intepretation Committee). Hal ini berarti bahwa IFRSs terdiri dari IAS, IFRS, SIC, dan IFRIC. Perbedaannya, IAS dibuat oleh International Accounting Standards Committee (IASC) organisasi pendahulu IASB yang berdiri pada tahun 1973. IASC ini kemudian direstrukturisasi menjadi IASB pada tahun 1999. Pada tahun 2001, IASC menjadi foundation (IASCF) yang mendanai IASB. Sejak saat itu, IASB meneruskan tugas dari IASC. Untuk membedakan produk buatan IASC dan IASB, standar-standar yang selanjutnya dibuat oleh IASB dinamai dengan IFRS. SIC dibuat oleh Standards Intepretation Committee, suatu komite khusus yang berfungsi membuat intepretasi dari IAS yang principle based. Intepretasi ini sifatnya menjelaskan lebih lanjut mengenai hal-hal yang lebih detail. IFRIC dibuat oleh International Financial Reporting Intepretation Committee, suatu komite khusus yang berfungsi membuat intepretasi dari IFRS. Konvergensi ISAK 12 “pengendalian bersama entitas : Kontribusi Nonmoneter oleh venture, mengadaptasi dari SIC 13 Jointly controlled Entities-non monetary contributions by venture.

ISAK yang berlaku efektif per 1 Januari 2011

No

ISAK

Ref

1

ISAK 7
Konsoliasi Entitas Bertujuan Khusus

SIC 12
Consolidation – Special Purposes Entities

2

ISAK 9
Perubahan Atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi & Liabilitas Serupa

IFRIC 1
Change in Existing Decommissioning, Restoration and Similar Liabilities

3

ISAK 10
Program Loyalitas Pelanggan

IFRIC 13
Customer Loyalty Programs

4

ISAK 11
Distribusi Aset Non Kas Kepada Pemilik

IFRIC 17
Distributions of Non-Cash Assets to Owners

5

ISAK 12
Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer

SIC 13
Jointly Controlled Entities – Non Monetary Contributions by Venturers

6

ISAK 14
Aset Tak Berwujud: Biaya Situs Web

SIC 32
Intangible Assets – Web Site Costs


ISI dari SIC 13

SIC 13 (AC 413) Jointly Controlled Entities -

Non-Monetary Contributions byVenturers

Background

SIC 13 (AC 413) deals with the venturer’s accounting for non-monetary contributions made to a Jointly Controlled Entity (JCE) in exchange for an equity interest in the Jointly Controlled Entity that is accounted for either using the equity method or proportionate consolidation.

A Jointly Controlled Entity is defined as a joint venture that involves the establishment of a corporation, partnership or other entity in which each venturer has an interest

Issues

  • When the appropriate portion of gains or losses resulting from a contribution

of a non-monetary asset to a JCE in exchange for an equity interest in the

JCE should be recognised by the venturer in the income statement.

  • How additional consideration should be accounted for by the venturer.
  • How any unrealised gain or loss on non-monetary should be presented in

the consolidated financial statements of the venturer.

Issue 1

Gains or losses relating to the equity interest should be recognised by the Venturer in profit or loss for the period

except when:

  • significant risks and rewards of ownership have not been transferred to the JCE (per IAS 18)
  • the gain or loss on the non-monetary contribution cannot be measured reliably
  • the contribution transaction lacks commercial substance (per IAS 16)

Issue 2

If the venturer receives monetary or non-monetary assets in addition to the equity interest, an appropriate portion

of the gain or loss on the transaction will be recognised by the venturer in profit or loss.

Issue 3

Unrealised gains or losses on non-monetary assets contributed to JCEs should be eliminated as follows for the

different accounting methods:

  • Proportionate consolidation method - against the underlying assets
  • Equity method - against the investment

Such gains or losses will not be presented as deferred gains or losses in the venturer’s consolidated balance sheet.

KESIMPULAN

Sebuah Interpretasi IAS 31, Pelaporan Keuangan Kepentingan Dalam Usaha Bersama

  • Issued November 1998
  • Tanggal Efektif: periode keuangan tahunan dimulai pada atau setelah 1 Januari 1999

SIC 13 menjelaskan keadaan dimana bagian yang sesuai keuntungan atau kerugian akibat dari kontribusi aset non-moneter untuk pengendalian bersama entitas (PBE) dalam pertukaran dengan kepemilikan saham di PBE harus diakui oleh venture dalam pendapatan pernyataan.

SIC 13 menunjukkan bahwa di bawah IAS 31,39, pengakuan keuntungan atau kerugian atas kontribusi aktiva non-moneter yang tepat kecuali:

(A) risiko signifikan dan manfaat yang terkait dengan aktiva non-moneter yang tidak ditransfer ke pengendalian bersama entitas;
(B) keuntungan atau kerugian tidak dapat diukur dengan andal; atau
(C) aset sejenis disumbangkan oleh perusahaan lain.

aktiva non-moneter disumbangkan oleh venturer serupa ketika mereka memiliki sifat yang sama, penggunaan serupa dalam baris yang sama bisnis dan nilai wajar yang serupa. kontribusi Sebuah memenuhi uji kesamaan hanya jika semua aset komponen penting termasuk dalam kontribusi yang mirip satu sama aset komponen penting kontribusi dari perusahaan lain. Keuntungan A juga harus diakui jika, di samping kepentingan ekuitas dalam pengendalian bersama entitas, venture menerima pertimbangan dalam bentuk uang tunai atau aset lainnya yang berbeda dengan aktiva non-moneter kontribusi.

Berlaku per tgl 1 Januari 2011

Sumber : www.wikipedia.com, www.iasplus.com, www.scribd.com

Heal the world, make it a better place!!!

Badai salju melumpuhkan wilayah pantai timur Amerika Serikat (AS). Ketebalan salju yang mencapai 61 sentimeter itu menjadi bencana terburuk dalam enam tahun terakhir. Menurut National Weather Service (Badan Cuaca Nasional AS), badai salju kali ini melanda 14 negara bagian dan mengakibatkan puluhan juta warga merasakan dampaknya.
Di Eropa, korban tewas akibat badai salju terus berjatuhan. Berdasar laporan yang masuk, hingga kemarin (21/12) sedikitnya 80 orang tewas di seantero Eropa. Badai salju itu mengganggu dan bahkan menghentikan transportasi, termasuk kereta cepat Eurostar di jalur London-Paris. Lalu, penerbangan lintas benua di Eropa juga tertunda.

"badai salju di amerika dan eropah"

Pemerintah Polandia mengumumkan 42 warganya tewas akibat kedinginan dalam tiga hari terakhir setelah suhu menyentuh minus 20 derajat (-20 derajat) Celsius. Sebagian besar korban adalah tunawisma. Suhu terendah di benua biru dilaporkan mencapai minus 33,6 derajat (-33,6 derajat) Celsius di Jerman.

Perubahan cuaca yang sangat ekstrim memang sudah kita rasakan saat ini, badai salju yang terjadi di benua eropa saat ini hanyalah sebagian kecil dari apa yang dapat kita lihat. Tidak perlu terlalu jauh melihat kondisi benua biru yang berada ratusan mil jauhnya, saya sebagai penduduk kota Jakarta pun sangat merasakan bagaimana kondisi cuaca yang sangat tidak menentu.
Hujan yang sangat deras lalu berganti panas terik yang menyengat dalam hitungan menit pada satu hari yang sama.

Seharusnya kita bisa menyadari bahwa hal ini disebabkan oleh ulah manusia sendiri, pembalakan hutan yang sangat luar biasa! fakta menyebutkan bahwa Indonesia kehilangan 1,2 juta hektar hutan setiap tahunnya. Volume kendaraan yang terus meningkat, menyebabkan makin meningkatnya polusi udara. Hal ini menyebabkan makin menipisnya lapisan ozon yang melindungi bumi.

Bumi tidak akan mampu terus menerus menahan beban yang semakin berat setiap waktunya. Bumi kita hidup dan semakin menua, suatu saat dia tidak akan sanggup berdiri lagi menjadi tempat berpijak, tidak akan mampu lagi menahan pengerusakan yang dilakukan manusia. yang justru selalu dia lindungi! Soo,common guys... Just do a simple things to protect our earth :

Great advertisement from Nutrilon "Life is an Adventure"Great advertisement from Nutrilon "Life is an Adventure"


Recently, If you watch advertise from Nutrilon, you must be think that video is a trailer from a new movie! Very Great!interesting! but finally you know that is just "Milk advertise" (iklan susu doang ternyata*).

Sebuah tayangan iklan yang menurut saya cukup bagus dan kreatif sekali,tayangan dengan scene beberapa anak-anak kecil dari berbagai belahan dunia, kata-kata yang sangat bermakna, dan design visualisasi yang sangat menarik, sehingga pandangan orang yang melihat iklan ini pertama kali tidak menyangka ini sebuah iklan susu anak-anak.
Saya sebagai mahasiswa tidak mengerti sebagus apa susu Nutrilon itu, tapi dari iklannya saja sudah meyakinkan kalau susu ini banyak digandrungi oleh para ibu yang memiliki anak-anak kecil. Satu hal yang sangat menarik dari iklan ini adalah kata-kata dari puisi yang dibacakan oleh seorang anak perempuan yang berisikan :


I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all I can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the stars
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE
intinya hidup adalah petualangan yang harus dijalani, dengan slogan menariknya "LIFE IS AN ADVENTURE"

Tugas Etika Profesi Akuntansi

Berikanlah contoh tindakan dari situasi benturan atau konflik kepentingan antara pegawai dan perusahaan, minimal 4 dari 8 kategori situasi yang ada!

1. Segala hubungan bisnis atas nama perusahaan dengan personal yang masih ada hubungan keluarga (family), atau dengan perusahaan yang dikontrol oleh personal tersebut.
--> Seorang kepala atau seorang direktur memperkerjakan saudara dalam perusahaannya untuk kepentingan apapun, karena ada peraturan tertulis yang menyatakan tidak diperbolehkan adanya hubungan keluarga dalam satu perusahaan.

2. Segala penerimaann dari keuntungan, dari seseorang?organisasi?pihak ketiga yang berhubungan dengan perusahaan
--> Seorang akuntan/manager yang pekerjaannya berkaitan dengan keuangan terkait dengan keuntungan perusahaan memanipulasi data sedemikian rupa untuk menyatut keuntungan tersebut (korupsi)

3. Segala penjualan pada /pembelian dari perusahaan yang menguntungkan pribadi
--> Seorang karyawan mengelola sebuah koperasi, dimana koperasi tersebut memiliki inventaris mobil dinas, Namun karyawan tersebut menyewakan mobil ke orang lain yang menguntungkan pribadi karyawan tersebut.

4. Segala aktivitas yang terkait dengan insider trading atas perusahaan yang telah go public, yang merugikan pihak lain.
--> Sebuah perusahaan go public menjual sahamnya ke pemegang saham lama sebesar 5000lbr misalnya, namun dilaporkan ke publik menjual saham sebesar 7000lbr, sehingga merugikan pemegang saham yang lainnya.

5. Segala kepentingan pribadi yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan
--> Seorang pejabat yang tugas ke luar negeri untuk studi banding tetapi malahan jalan-jalan untuk kepentingan pribadinya, bukan untuk studi banding tujuan utamanya.

Moral Bisnis dan Etika Bisnis

1. Sebutkan beberapa contoh penerapan moral bisnis dalam perusahaan (min.3)
2. Contoh dari beberapa yang perlu diperhatikan dalam menciptakan etika bisnis (min.3)
3. 4 kebutuhan dasar dalam etika bisnis, jelaskan dan contoh penerapannya!

Jawaban :

1.
  • Moral Bisnis itu diterapkan secara internal dan eksternal. Bisnis yang beretika memperlakukan setiap konsumen dan karyawannya dengan bermartabat dan adil. Moral juga diterapkan di dalam ruang rapat direksi, ruang negosiasi, di dalam menepati janji, dalam memenuhi kewajiban terhadap karyawan, buruh, pemasok, pemodal dll. Singkatnya, ruang lingkup Moral bisnis itu universal.
  • Moral Bisnis itu membutuhkan keuntungan. Bisnis yang bermoral adalah bisnis yang dikelola dengan baik, memiliki sistem kendali internal dan bertumbuh. Moral adalah berkenaan dengan bagaimana kita hidup pada saat ini dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Bisnis yang tidak punya rencana untuk menghasilkan keuntungan bukanlah perusahaan yang bermoral.
  • Moral Bisnis itu berdasarkan nilai. Perusahaan yang bermoral harus merumuskan standar nilai secara tertulis. Rumusan ini bersifat spesifik, tetapi berlaku secara umum. Moral menyangkut norma, nilai dan harapan yang ideal. Meski begitu, perumusannya harus jelas dan dapat dilaksanakan dalam pekerjaan sehari-hari.
2. Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah
  • Pengendalian diri Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang "etis".
  • Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility), Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk "uang" dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya.
  • Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi, Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.
  • Menciptakan persaingan yang sehat, Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut.
  • Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan", Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-"ekspoitasi" lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.
  • Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi), Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.
  • Mampu menyatakan yang benar itu benar, Artinya, kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi, jangan menggunakan "katabelece" dari "koneksi" serta melakukan "kongkalikong" dengan data yang salah. Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi" serta memberikan "komisi" kepada pihak yang terkait.
  • Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah, Untuk menciptakan kondisi bisnis yang "kondusif" harus ada saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah agar pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat, saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis.
  • Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama, Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati, sementara ada "oknum", baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan "kecurangan" demi kepentingan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan "gugur" satu semi satu.
  • Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati, Jika etika ini telah memiliki oleh semua pihak, jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis.
  • Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan.
3.
  • Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan system informasi.
  • Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.
  • Kualitas Jasa. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
  • Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.

Feni Rose cuti jadi Presenter Silet!

Pada Minggu 7 November 2010 tayangan SILET di salah satu stasiun TV swasta, dikabarkan memberitakan bencana merapi di kota yogyakarta yang menyinggung warga yogyakarta.

Dalam tayangan 'Silet' tersebut, naskah yang diberikan kepada Feni Rose bertuliskan "Puncak letusan Merapi kabarnya akan terjadi hari ini hingga esok hari pada bulan baru yang jatuh pada tanggal 8 November. Ahli LAPAN selalu mencatat hampir semua letusan dan guncangan gempa muncul pada bulan baru. Lantas apa yang akan terjadi dengan Yogyakarta? Mungkinkah Yogyakarta, kota budaya yang elok akan tergolek lemah tak berdaya? Benarkah Yogya yang dalam banyak lagi digambarkan begitu indah akan berubah menjadi penuh malapetaka?"

Feni pun menyesalkan adanya SMS, BBM, dan twitter berantai mengenai dirinya yang telah meresahkan masyarakat dan mencederai hati warga Yogyakarta dan sekitarnya. "Dengan segala kerendahan hati dan ketulusan hari, pertama-tama saya ingin mengucapkan rasa simpati dan duka cita yang mendalam kepada para korban bencana di Merapi," ucapnya.

Dan saat ini Feni Rose pun berniat istirahat dari kegiatan presenter SILET untuk mengintrospeksi diri.

Ini menjadi sebuah pelajaran untuk setiap acara infotainment di setiap TV, bahwa tiap naskahnya dapat di teliti setiap kata-katanya supaya tidak ada yang tersakiti dalam hal ini.